Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia, junjungan kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya, amma ba’du :
Sesungguhnya Allah jalla wa ‘ala telah memilih keturunan Ismail dari anak Adam, memilih Kinanah dari keturunan Ismail, memilih Suku Quraisy dari keturunan Kinanah, memilih Bani Hasyim dari suku Quraisy dan memilih Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam dari Bani Hasyim untuk menjadi manusia terbaik dan tersuci, penutup para Nabi dan Rasul serta penghulu untuk orang-orang terdahulu dan orang yang datang kemudian.
Allah juga memilih Jibril ‘alaihissalam sebagai ruhul amin, penyampai wahyu dari Allah Tuhan alam semesta. Allah berfirman :
ﭽ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﭼ الحج: ٧٥
Artinya :
“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat “. QS. Alhajj : 75
Allah telah memilih Islam sebagai agama yang diridhai-Nya, Dia tidak akan menerima agama seseorang selain agama Islam. Allah berfirman :
ﭽ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼﭽ ﭼ آل عمران: ١٩
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. ( QS. Ali Imran: 19)
ﭽ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ آل عمران: ٨٥
Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. ( QS. Ali Imran: 85)
Allah memilih Al-Qur’an sebagai kitab yang paling utama dan paling lengkap, juga menjadi penguji untuk kitab-kitab yang ada, Allah berfirman :
ﭽ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊﮋ ﭼ المائدة: ٤٨
“Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan penguji terhadap kitab-kitab yang lain itu”. ( QS. Al-Maidah: 48 )
Demikianlah, Allah memilih apa yang Ia kehendaki dari apa saja yang Dia ingini sesuai dengan hikmah yang Dia ketahui.
Adapun dalam Islam sendiri, maka Allah telah mengutamakan Shalat dibandingkan ibadah-ibadah lainnya selain tauhid. Allah memilihnya ( shalat ) sebagai pemisah antara keimanan dan kekafiran. Sebagaimana Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam:
العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر . رواه الترمذي وغيره.
Artinya :
“Perjanjian/pembatas antra kita dan mereka ( orang kafir ) adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkannya berarti dia telah kafir” . HR. Tirmizi dan lainnya.
بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة . رواه مسلم
Artinya :
“(Batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat” . HR. Muslim.
Makanya cara penyampaian kewajiban shalatpun berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dimi’rajkan ke langit dan disampaikan kewajiban shalat tersebut tanpa ada perantara, supaya umat ini tahu betapa pentingnya shalat dan mereka bisa menghargainya sesuai dengan porsinya.
Terlebih lagi shalat subuh yang diistimewakan dengan keutamaan dan pahala serta ganjaran yang berlipat ganda.
Shalat subuh merupakan penguji keimanan, tanda penyerahan diri dan ketundukan (kepada Allah). Dia bisa membedakan antara seorang mukmin dengan seorang munafik. Ibnu Umar – radiyallahu ‘anhu – pernah berkata :
كنا إذا فقدنا الرجل في الفجر والعشاء أسأنا الظن به . رواه الطبراني وابن خزيمة .
“ Kalau kami tidak melihat seseorang melaksanakan shalat Subuh dan Isya maka timbul su’uzhan ( prasangka buruk ) dalam diri kami”. (HR. Thabrani dan Ibnu Khuzaimah).
Allah Subhanahu wata’ala menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang yang selalu menjaga shalat subuhnya melebih pahala yang lainnya. Orang yang shalat subuh dikelilingi oleh berbagai macam keutamaan, banyak kegembiraan yang bisa diperolehnya.
Semenjak dia keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat, maka berbagai macam berita gembira sudah menantinya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
بشّر المشائين في الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة. ( رواه أبو داود والترمذي وصححه الألباني )
Artinya :
“ Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang mau menempuh kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat nanti “. ( HR. Abu Daud, Tirmizi dan dishahihkan oleh Al-Bani ).
Ketika dia melaksanakan shalat sunat Fajar ( sunat subuh ) maka dia mendapatkan kebaikan yang melebihi dunia dan isinya. Sebagimana diriwayatkan oleh ‘Aisyah – radiyallahu ‘anha – beliau berkata : Rasulullah – Shalallahu ‘alaihi Wassalam – bersabda:
ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها . ( رواه مسلم ).
Artinya :
“Shalat ( sunnah ) dua raka’at sebelum Subuh lebih baik dari pada dunia dan isinya”. (HR. Muslim).
Ketika dia duduk menunggu shalat ( subuh ) maka dia berarti dalam shalat selama duduknya karena menunggu shalat.
ومن جلس ينتظر الصلاة صلّت عليه الملائكة، وصلاتهم اللهم اغفر له اللهم ارحمه . ( رواه أحمد)
Artinya :
“ Dan siapa saja yang duduk menunggu shalat, maka malaikat akan shalat untuknya, dan shalat mereka adalah ( dengan mengucapkan ) : Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah, Kasihanilah dia ” . ( HR. Ahmad ).
Ketika Iqamat sudah dikumandangkan dan dia segera ikut melaksanakan shalat yang didalamnya terdapat kemenangan dan pahala. Alangkah besarnya keutamaan ( shalat subuh tersebut ) dan berita gembira yang sangat banyak. Dia sekarang sedang berdiri di hadapan Allah, disaksikan oleh para malaikat, sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
ﭽ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ الإسراء: ٧٨
Artinya :
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). ( QS. Al-Isra’ : 78 )
Berkata Abu Hurairah – radiyallahu ‘anhu -, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
تجتمع ملائكة الليل وملائكة النهار في صلاة الفجر , قال أبو هريرة: اقرؤوا إن شئتم ( ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ) . متفق عليه
Artinya :
“ Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul ketika shalat subuh, Abu Hurairah kemudian berkata : Silakan kalian baca ( firman Allah ) : Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat) ”. ( Muttafaqun ‘alaihi )
Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
لن يلج النار أحد صلّى قبل طلوع الشمس وقبل غروبها . رواه مسلم .
Artinya :
“ Tidak akan masuk ke dalam neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari itu tenggelam ”. ( HR. Muslim ), maksudnya shalat subuh dan shalat ‘ashar.
Dari Abu Musa Al-Asy’ari – radiyallahu ‘anhu - bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
من صلّى البردين دخل الجنة . متفق عليه .
Artinya :
“ Siapa saja yang melaksanakan shalat ketika dua waktu dingin maka dia akan masuk sorga ”. ( Muttafaqun ‘alaihi ). Dua dingin maksudnya adalah shalat subuh dan shalat ‘ashar.
Orang yang menjaga shalat Subuh dan Shalat ‘Ashar diharapkan akan melihat Allah ‘Azza wa jalla di akhirat nanti, sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir – radiyallahu ‘anhu – dia berkata : Suatu ketika kami duduk bersama Rasulullah – Shalallahu ‘alaihi Wasallam -, di malam bulan purnama, Rasul melihat bulan dan bersabda :
أما إنكم سترون ربكم كما ترون هذا القمر، لا تضامون في رؤيته، فإن استطعتم ألا تغلبوا على صلاة قبل طلوع الشمس وقبل غروبها .متفق عليه .
Artinya :
“ Kalian pasti akan melihat Tuhan kalian seperti kalian melihat bulan (purnama ini), tidak ada yang menghalangi kalian melihat-Nya. Kalau kalian bisa tidak meninggalkan Shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari itu terbenam”. ( Muttafaqun ‘alaihi ). Maksudnya shalat Subuh dan ‘Ashar.
Hafizh Ibnu Hajar mengatakan : Para ulama mengatakan, hubungan antara penyebutan kedua shalat ini dengan melihat Allah adalah karena shalat merupakan ibadah yang paling afdhal, sementara kedua shalat ini ( subuh dan ashar ) mempunyai keutamaan yang lebih dibanding yang lainnya seperti berkumpulnya para malaikat di kedua shalat tersebut, amalan diangkat (ke langit) dan sebagainya, jadi keduanya merupakan shalat yang paling utama, maka wajar kalau seandainya orang yang mau menjaga kedua shalat tersebut mendapatkan hadiah yang sangat mulia yaitu kesempatan untuk melihat Allah Subhanahu Wata’ala.
Dari Ustman bin “Affan – radiyallahu ‘anhu – dia berkata : saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
من صلّى العشاء في جماعة فكأنما قام نصف الليل، ومن صلّى الصبح في جماعة فكأنما صلّى الليل كله . ( رواه مسلم )
Artinya :
“ Siapa yang melaksanakan shalat isya berjamaah maka seolah-olah dia melaksanakan shalat separo malam, dan siapa saja yang melaksanakan shalat subuh berjamaah maka seolah-olah dia shalat semalam penuh ”. ( HR. Muslim )
Keutamaan yang diperolehnya tidak terputus dengan selesainya shalat, tapi dia senantiasa mendapatkan pahala yang besar dan keutamaan yang mulia, dia dinaungi oleh perhatiaan dari Allah, para malaikat senantiasa memohon ampun untuknya. Dari ‘Ali – radiyallahu ‘anhu – dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
من صلّى الفجر ثم جلس في مصلاه صلّت عليه الملائكة، وصلاتهم عليه اللهم اغفر له اللهم ارحمه. (رواه أحمد)
Artinya :
“Siapa yang shalat subuh kemudian dia duduk di mushallanya, maka malaikat akan shalat untuknya, dan shalat mereka adalah ( dengan mengucapkan ) : Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah, Kasihanilah dia ” . ( HR. Ahmad ).
Kalau azam (tekad)nya sudah kuat, dia bisa menguasai jiwanya sehingga dia duduk sampai terbit matahari maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah. Dari Anas bin Malik Radiyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
من صلّى الفجر في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلّى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة تامة تامة تامة . ( رواه الترمذي وصححه الألباني )
Artinya :
“Siapa yang shalat subuh berjamaah kemudian dia duduk zikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian dia shalat dua rakaat (dhuha) maka dia mendapat pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna.... sempurna...sempurna. (HR. Tirmizi, dishahihkan oleh Al-Bani ).
Berita gembira senantiasa datang kepadanya silih berganti, dan dia senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala.
Dari Jundub bin Abdullah Radiyallahu 'anhu dia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
من صلّى صلاة الصبح فهو في ذمة الله فلا يطلبنكم الله من ذمته بشيء فإنه من يطلبه من ذمته بشيء يدركه ثم يكبه على وجهه في نار جهنم . ( رواه مسلم )
Artinya :
“Siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam tanggungan (jaminan) Allah, maka janganlah sampai Allah mengambil ( lagi ) tanggungan-Nya itu , karena kalau Allah mengambilnya maka Dia pasti bisa, ( akibatnya ) kemudian orang tersebut akan dimasukkannya ke dalam neraka. ( HR. Muslim ).
Allahu Akbar, anda bisa lihat sendiri betapa banyak kebaikan dan keutamaan yang didapat oleh orang yang mau memelihara shalat subuhnya. Dan betapa banyak juga pahala yang besar disia-siakan oleh orang yang meninggalkan shalat tersebut.
Benar... tidaklah dihalangi (diharamkan) untuk mendapatkan keutamaan ini kecuali orang yang tidak mau melaksanakannya. Dia tidak hanya kehilangan keutamaan dan pahalanya tapi lebih dari itu, orang yang lalai melaksanakan shalat akan terjerumus ( tergelincir ) ke dalam mara bahaya dan akhir yang sangat menyedihkan. Dari Samurah bin Jundub Radiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menceritakan mimpi yang beliau lihat, beliau bersabda :
إنه أتاني الليلة آتيان وإنهما قالا لي انطلق وإني انطلقت معهما، وإنا أتينا على رجل مضطجع وإذا آخر قائم عليه بصخرة، وإذا هو يهوي بالصخرة لرأسه فيثلغ رأسه فيتهدهد الحجر هاهنا فيتبع الحجر ويأخذه فلا يرجع إليه حتى يصح رأسه كما كان ثم يعود عليه يفعل به مثل ما فعل المرة الأولى، قال: قلت لهما: سبحان الله ! ما هذا ؟ قال: قالا لي انطلق، قال: فانطلقنا... ( وفي آخر الحديث قال ) قالا لي: أما الرجل الأول الذي أتيت عليه يثلغ رأسه بالحجر فإنه الرجل يأخذ القرآن فيرفضه وينام عن الصلاة المكتوبة . ( رواه البخاري )
Artinya :
“ Tadi malam saya didatangi dua orang (tamu), mereka berkata : mari ikut kami, maka sayapun mengikuti mereka, kami datang (melihat) seseorang sedang berbaring dan ada orang lain berdiri (dekatnya) memegang batu, kemudian dia memukulkan batu tersebut ke kepala (orang yang tidur tadi), kemudian batu itu menggelinding (bergulir) dan dia mengikutinya kemudian mengambilnya lagi, ketika dia kembali kepala orang tadi sudah sembuh lagi maka diapun melakukan (memukulkan batu tadi) seperti dia melakukan pertama kalinya. Kemudian Rasul berkata: Saya bertanya kepada keduanya (tamu tadi) : Subhanallah (maha suci Allah)!, ada apa ini?. Mereka berkata kepada saya : mari kita berangkat lagi, maka kamipun berangkat.... ( di bagian akhir hadits Rasul menyebutkan ), mereka (berdua) berkata kepadaku: Adapun orang pertama tadi yang kepalanya dipukul dengan batu maka dia itulah orang yang mengambil al-qur’an kemudian dia menolaknya dan dia tidur (tidak melaksanakan) shalat wajib. ( HR. Bukhari ).
Dalam riwayat lain disebutkan :
فعل به ما رأيت إلى يوم القيامة . ( رواه أحمد )
Artinya :
“ apa yang kamu lihat itu dilakukan kepada sampai hari kiamat” . ( HR. Ahmad )
Kita berlindung kepada Allah dari kemurkaan dan Azab-Nya yang sangat pedih.
Disamping itu, lalai dari melaksanakan shalat berjamaah termasuk tanda-tanda kemunafikan.
صلّى النبي صلى الله عليه وسلم الفجر يوماً ثم قال : أشهد فلان الصلاة؟ ، قالوا: لا، قال : وفلان ؟ ، قالوا: لا، قال : إن هاتين الصلاتين من أثقل الصلاة على المنافقين ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبواً . ( رواه النسائي )
Artinya :
“ Suatu hari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam shalat Subuh, kemudian beliau bertanya: Apakah si fulan ikut shalat (berjamaah) ?, mereka (para sahabat) menjawab : tidak, kemudian Nabi bertanya lagi : dan si fulan (apakah ikut shalat berjamaah) ?, mereka menjawab : tidak. Kemudian Nabi bersabda : Sesungguhanya shalat yang dua raka’at ini adalah shalat yang paling berat (untuk dilaksanakan) bagi orang-orang munafik, kalaulah mereka mengetahui (keutamaan dan pahala) yang ada di dalamnya pasti mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak. ( HR. Nasa’i )
Di dalam kitab Shahihain dari Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
ليس صلاة أثقل على المنافقين من الفجر والعشاء ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبوا، لقد هممت أن آمر المؤذن فيقيم ثم آمر رجلاً يؤم الناس ثم آخذ شعل من نار فأحرق على من لا يخرج إلى الصلاة بعد ( وفي حديث آخر ) : والذي نفسي بيده لو يعلم أحدهم أنه يجد عرقاً سميناً أو مرماتين حسنتين لشهد العشاء . متفق عليه
Artinya :
“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik selain shalat Subuh dan Isya, kalaulah seandainya mereka mengetahui apa yang ada pada keduanya pasti mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak, sungguh saya sudah berkeinginan untuk menyuruh muazzin untuk azan kemudian iqamah dan seorang laki-laki ku suruh untuk menjadi imam, kemudian aku mengambil api untuk membakar orang-orang yang tidak keluar melaksanakan shalat ( dalam hadits lain disebutkan), demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, kalaulah salah seorang diantara mereka mengetahui bahwasanya mereka akan mendapatkan daging empuk yang banyak atau dua besi yang bagus pasti mereka akan datang melaksanakan shalat Isya. ( Muttafaqun ‘alaihi )
Pernah diceritakan kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tentang seorang laki-laki yang tidur sampai pagi dan tidak shalat, maka beliau bersabda :
ذاك رجل بال الشيطان في أذنه .متفق عليه
Artinya :
“Laki-laki itu telah dikencingi oleh syetan di telinganya. ( Muttafaqun ‘alaihi )
Dan lebih berbahanya dari itu adalah para ulama berpendapat bahwa orang yang tidak melaksanakan shalat subuh sampai keluar waktunya secara sengaja maka dia menjadi kafir berdasarkan hadist-hadits yang ada. Terlepas dari kuat atau lemahnya pendapat ini, cukuplah rasanya bagi kita untuk ditakuti ketika kita tahu bahwa para ulama sudah berselisih tentang keislaman orang yang sengaja tidak melaksanakan shalat subuh sehingga keluar waktunya.
Kita memohon kepada Allah semoga diberi ampunan dan keselamatan.
Saudaraku, dimana posisi kita dari orang-orang berikut ini...?
Dari Bardu maula Said bin Musayyib, dia berkata : tidaklah berkumandang azan semenjak empat puluh tahun melainkan Said sudah berada dalam masjid.
Waki’ bin al-Jarrah bercerita tentang A’masy Sulaiman bin Mahran : “ dia ( A’masy ) sudah hampir tujuh puluh tahun tidak pernah ketinggalan takbir yang pertama (takbiratul ihram imam ).
Muhammad bin al-Mubarak mengatakan : Sa’in bin Abdul ‘aziz at-Tanukhi kalau ketinggalan shalat berjamaah maka dia menangis.
Diriwayatkan dari Muhammad bin Khafif bahwa dia mengalami sakit pinggang, kalau sakitnya datang maka dia tidak bisa bergerak, ketika datang panggilan untuk shalat maka dia digendong orang lain, tatkala dikatakan kepadanya : kenapa anda tidak mengambil keringanan untuk diri anda? Maka dia menjawab : Kalau kalian mendengarkan Hayya ‘alash shalah ( mari laksanakan shalat ) dan kalian tidak melihatku berada di shaf, maka carilah aku di kuburan.
‘Amir bin Abdullah bin Zubair mendengarkan muazzin sedangkan dia sedang sakit, dia berkata : bantulah saya (untuk pergi shalat berjamaah), maka dikatakan kepadanya : kamu sedang sakit. Maka dia berkata : Saya mendengar seruan kepada Allah, kenapa saya tidak menjwabnya ?!. Maka merekapun membantunya, dan dia pun shalat magrib bersama imam, dia ikut shalat satu raka’at kemudian meninggal.
Saudaraku yang mulia...
Sesungguhnya orang yang mau memperhatikan kondisi manusia sekarang pasti dia akan sedih dengan berlomba-lombanya mereka mencari dunia sementara untuk mencari ridha dan sorga Allah mereka malas. Ketika ada panggilan Ash shalatu khairun minnan naum ( Shalat lebih baik dari pada tidur ) , maka kamu tidak mendengar (merasakan) kecuali sunyi dan senyap, hampir-hampir tidak ada orang yang terlihat. Tapi beberapa jam kemudian, ketika datang kesibukan dunia, datang waktu untuk beraktivitas duniawi maka kesunyian tadi akan berubah suasana menjadi ribut yang tidak ada putusnya, kesenyapan berubah menjadi berbagai macam aktivitas yang tidak ada hentinya. Subhanallah, maha benar Allah ketika berfirman :
ﭽ ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭼ الأعلى: ١٦ - ١٧
Artinya :
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (QS. Al-A’la : 16-17 )
Saudaraku yang mulia...
Sekarang kamu sudah mengetahui segalanya, dalil-dalil sudah sampai kepadamu, dan kamu sudah tahu bahwa menjaga syi’ar yang mulia ini adalah merupakan jalan untuk meninggikan derajat, menghapus kesalahan-kesalahan ( yang pernah dilakukan ) , melalaikannya akan menjadi salah satu penyebab terjerumus ke dalam lembah kesesatan.
Memang dia butuh usaha dan pengorbanan... Maka waspadalah, jangan sampai kamu dikalahkan oleh dirimu sendiri, sehingga syetan akan menguasaimu. Sungguh sorga itu diliputi oleh berbagai macam duri sementara neraka dihiasi dengan berbagai macam nafsu.
Intropeksilah dirimu sebelum kamu dimintai pertanggung jawaban, bangunlah sebelum datang penyesalan yang tidak ada gunanya lagi. Kamu akan kehilangan keluargamu, karib kerabat, tetangga dan orang-orang yang kamu cintai.
Panutanmu (Nabi) Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melewati pintu anaknya Fathimah selama enam bulan, ketika beliau pergi untuk shalat subuh, beliau berkata :
الصلاة يا أهل البيت ﭽ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً ﭼ (الأحزاب:33 ) ( رواه مسلم ) .
Artinya :
“ (Dirikanlah) shalat wahai ahli bait. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya (QS. Al-Ahzab:33) . ( HR. Muslim )
Ketahuilah bahwa istirahat yang sebenarnya itu adalah tatkala kamu meletakkan kedua kakimu di dalam kemuliaan dan kamu selamat dari siksaan dan kehinaan, bukan dengan mementingkan tidur yang sebentar ataupun kelezatan yang sekejab.
Kita berdoa kepada Allah semoga diberi taufiq-Nya untuk mendapatkan keridhaan-Nya, dan semoga Allah memberikan kepada kita Al-Husna ( Sorga )dan tambahannya (melihat Allah di hari kiamat).
Semoga Shalawat senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan para pengikutnya.
Read More ..
Rabu, Juli 08, 2009
Agar Anda mudah bangun untuk shalat subuh
الحمد لله الحليم الكريم رب العرش العظيم ، وصلى الله وسلم على عبده ورسوله محمد وآله وسلم تسليما أما بعد:
Di hari-hari di musim panas ini banyak masjid mengalami kemunduran yang besar, terutama dalam jumlah jamaah solat subuhnya, disebabkan pendeknya waktu malam dan tenggelamya kebanyakan orang dalam prilaku bergadang yang berlebihan…
Bahkan banyak dari kalangan orang-orang baik terjerumus dalam fitnah ini, diantaranya sebagian imam-imam dan muadzin, kedudukan mereka bisa menimbulkan dampak yang lebih besar, karena mereka memikul tanggung jawab, kelalaian mereka dapat berimbas terhadap jamaah masjid
Keutamaan solat subuh berjamaah sangatlah besar, sedang melalaikanya adalah berbahaya, meski hanya dua hadits cukuplah menunjukan hal itu, dua hadits itu adalah:
عن عثمان رضي الله عنه عن الرسول الله صلى الله عليه وسلم قال: « من صلى العشاء في جماعة ، فكأنما قام نصف الليل ، ومن صلى الصبح في جماعة ، فكأنما صلى الليل كله » . رواه مسلم
“ Dari Utsman bin Affan r.a. dari Rasulullah saw ia bersabda: “ Barang siapa solat isya‘ berjamaah, maka seakan-akan ia solat separuh malam, dan barang siapa solat subuh berjamaah, maka seakan-akan ia solat malam seluruhnya”. (HR: Muslim).
Dan hadits Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw ia bersabda:
« إن أثقل صلاة على المنافقين صلاة العشاء ، وصلاة الفجر ، ولو يعلمون ما فيها لأتوهما ولو حبوا ، ولقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ، ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ، ثم انطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار » . متفق عليه .
“ Sesungguhnya solat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah solat isya’ dan solat subuh, kalau sekiranya mereka mengetahui apa yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangai keduanya meski dengan terjatuh, dan sunggguh aku telah berhasryat untuk memerintahkan seseorang agar mendirikan solat, kemudian akau meminta seseorang agar menjadi imam, lalu aku pergi bersama orang-orang membawa kayu bakar kepada kaum yang tidak hadir solat, lalu aku bakar mereka dengan rumah-rumah mereka dengan api.” (HR: Bukhari Muslim).
Dan saya akan menyertakan bersama sarana-sarana tersebut beberapa kisah dan peristiwa yang terjadi pada sebagian salaf agar kita dapat melihat sejauh mana perhatian mereka terhadap hal itu:
Pertama:
Dalam kitab musnad Abdurrozak 1/526:
Dari Ma’mar dari az-Zuhri dari Sulaiman bin Abi Hatsamah dari as-Syifa’ binti Abdullah ia berkata:(( Umar masuk ke rumahku, ia mendapatkan dua orang laki-laki sedang tidur di sisiku, ia berkata: apa yang terjadi pada kedua orang ini, mereka tidak ikut solat bersamakau?, aku menjawab: wahai Amirul mukminin mereka berdua telah solat bersama orang-orang – saat itu dalam bulan ramdhan – mereka berdua solat terus menerus hingga subuh, lalu mereka solat subuhkemudian tidur, Umar berkata: sungguh solat subuh berjamaah bagiku lebih aku cintai dari pada aku solat semalam hingga subuh)).
Kedua:
Dalam kitab musonnaf Abdurrozak 1/527:
Dari Abdurrozak bin Abi Ruwad dari Nafi’ dari Ibnu Umar ia berkata: (( Dahulu jika ia mendapatkan isya‘ bersama orang-orang maka ia solat beberapaa rakaat kemudian tidur, dan apabila tidak mendapatkanya dengan jamaah maka ia menghidupkan malamnya, ia berkata: sebagian keluarga Ma’mar memberitahuku bahwa ia melakukan itu, lalu aku sampaikan hal itu kepada Ma’mar maka ia berkata: dahulu Ayub melakukan hal itu)).
Ketiga:
Abu Nuaim berkata dalam kitab hilyatul auliya’ 12/9:
Ahmad bin Is’hak bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Muhammad bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Umar bercerita kepada kami, Yahya bin Abdurrahman bin Mahdi bercerita kepadaku: bahwa bapaknya qiyamullail – yakni menghidupkan seluruh malamnya dengan solat - , dan tatkalah terbit fajar ia melempar dirinya ke ranjang – yakni tidur – dan melalaikan solat subuh hingga terbit matahari, maka ia mengatakan: ini adalah kesalahan ranjang ini terhadapku, maka ia memberi sangsi terhadap dirinya dengan tidak akan memakai alas apapun dalam tidurnya, dan ia juga mendera dirinya selama dua bulan hingga kedua pahanya terluka seluruhnya.
Keempat:
Khatib al-Baghdadi berkata dalam kitab tarikh Baghdad 10/320:
Muhammad bin Ahmad bin Rozak memberitahu kami, ia berkata: aku mendengar Abulqosim Ali bin al-Hasan bin Zakariah al-Qothi,i as-Sya’ir berkata: aku mendengar Abulqasim Abdullah bin Muhamad bin Abdullah al-Aziz al-Baghowi berkata: aku mendengar Ubaidillah bin Umar al-Qowariri berkata: Hampir aku tidak pernah melalaikan solat isya' dengan berjamaah, lalu datang seorang tamu aku disibukan denganya, setelah itu aku keluar untuk mencari solat jamaah di kabilah-kabilah Bashrah, namun semua orang ternyata telah selesai solat, aku berkata dalam hatiku: diriwayatkan dari Rasulullah saw baahwa beliau bersabda:
صلاة الجميع تفضل على صلاة الفذ إحدى وعشرين درجة
“ Solat berjamaah lebih utama atas solat sendirian dengan dua puluh satu derajat” dan diriwayatkan “ dua puluh lima derajat” dan diriwayatkan “ dua puluh tujuh derajat” lalu aku pulang ke rumahku dan aku solat isya' di waktu yang terakhir dua puluh tujuh kali, kemudian aku tidur, aku bermimpi sedang mengendarai kuda bersama kaum, aku naik kuda seperti kuda-kuda mereka, kami saling berkejaran dan kuda-kuda mereka mendahului kudaku, aku pukul kudaku agar menyusul mereka, aku menoleh ke salah seorang dari mereka yang paling belakang, ia mengatakan; jangan kau paksa kudamu, kamu tidak berhak atas apa yang kami miliki, aku berkata: kenapa begitu? Ia berkata: karena kami solat isya' berjamaah.
Kelima:
Abu Nu’aim berkata dalam kitab al-hilyah 6/183:
Ibrahim bin Abdul Malik bercerita kepada kami, Muhammad bin Ishak bercerita kepada kami, Qutaibah bin Sa’ad bercerita kepada kami, Marwan bin Salim alQory bercerita kepada kami, Mas’adah bin al-Yasa‘ al-Bahili bercerita kepada kami dari Sulaiman bin Abi Muhamad, Ghalib al-Qathon bercerita kepada kami bahwa orang-orang datang kepada beliau saat pembagian warisan untuk mereka, ia membagi warisan itu kepada mereka semua, hingga waktu sore, maka ia kembali ke tempat tidurnya dalam keadaan letih, lalu ia bersandar ke satu masjid miliknya, lalu tertidur, datang seorang mu’adzin bertatswib, maka berkatalah wanita kepadanya: Bukankah kamu melihat mu’adzin- semoga Allah merahmatimu – ia bertatswib di atas kepalamu?, ia mengatakan: Dasar kamu biarkan aku, kamu itu tidak tahu apa yang telah terjadi padaku hari ini, lalu ia (mu’adzin) bertatswib terus menerus dan setiap kali itu pula wanita tersebut membangunkanya dan ia selalu mengatakan biarkan aku, hingga sampai pertengahan malam ia bangun dan solat dalam keadaan tidak ingat dan tidak tahu beberapa kali imam solat, lalu ia mengulang solat al- maktubah (wajib itu) sebanyak dua puluh empat kali, kemudian ia tidur, ia bermimpi pergi dari rumahnya ke suatu kedai,di perjalanan ia menemukan uang empat dinar, ketika itu ia membawa kantong yang memiliki tiga pintu, maka ia memasukan uang dinar tersebut ke dalam salah satu pintu kantong, ia bercerita: Aku diam sejenak, tiba-tiba ada orang yang mencari dinar-dinar itu dengan menyebut terus-menerus empat dinarnya yang hilang, maka aku sembunyi darinya, kemudian setelah itu aku memanggilnya, aku berkata kepadanya: wahai pemilik dinar, ini adalah dinarmu, aku berpaling untuk membuka kantong dan memberikan dinar-dinar itu kepadanya, namun ternyata kantongnya sobek dan dinar-dinar itu lenyap!, aku berucap: wahai pemilik dinar sungguh dinar-dinarmu hilang, ambilah gantinya, maka ia memegang sisi bajuku dan mengatakan: Aku tidak mau terima kecuali dinar-dinarku yang sama seperti aslinya, lalu aku terbangun saat ia masih memegang sisi bajuku, lalu aku pergi kepada Ibnu Sirin, aku ceritakan kejadian itu kepadanya, ia berkata: Adapun tertakait kamu tertidur dari solat isya‘, maka beristighfarlah dan jangan kamu ulangi lagi.
Sulaiman berkata: Dan Golib al-Qottoni bercerita kepadaku: Kemudian aku diuji dengan kejadian serupa, aku bersandar pada masjid tersebut, lalu mua’dzin mengumandangkan azan dan bertatswib, setiap kali itu pula wanita tersebut membangunkanku - semoga Allah merahmatimu- dan aku tidur hingga waktu yang sama dengan waktu aku tidur pada kali yang pertama, lalu aku bangun dan solat sebagaimana aku solat pada kali yang pertama, kemudian aku tidur lagi, aku melihat dalam mimipi bahwa aku dan sahabat-sahabatku menunggang keledai kelabu yang cepat, sedang orang-orang di depan kami mengendarai unta, mereka tidur di atas permadani yang dihamparkan di atasnya, mereka berjalan pelan, sedang aku dan sahabat-sahabatku berusaha keras untuk menyusul mereka hingga kami kepayahan, maka kami memanggil: Wahai para pengendara ada apa ini, kami mengendarai keledai keledai yang cepat, sedang kalian mengendarai unta dengan pelan, kami berusaha untuk menyelip kalian namun tidak bisa?. Para pengendara itu menjawab: Sesungguhnya kami adalah kaum yang ikut solat jamaah isya‘ yang akhir, sedang kalian solat sendirian, maka kalian tidak akan dapat menyusul kami. Ia berkata: lalu aku bergegas pergi kepada Muhamad bin Sirin, aku bercerita kepadanya ( tentang hal itu), maka beliau menjawab: ia (penjelasanku) sebagaimana yang kamu mimpikan...
Abdullah bin Muhamad bin Ja’far bercerita kepada kami, Abdullah bin Muhamad bin Imron bercerita kepada kami, pamanku Ayub bin Imron bercerita kepadaku, ia berkata: Aku dapat cerita dari Ghalib al-Qattani, ia berkata: Aku tertinggal solat isya‘ berjamaah, maka aku solat dua puluh lima kali untuk menggapai keutamaan, kemudian aku tidur, aku melihat dalam mimpi bahwa aku mengendarai kuda yang berlari kencang, sedang mereka di atas kendaraan dan kami tidak dapat mengejar mereka, maka dikatakan: itu karena mereka solat berjamaah sedang anda solat sendirian. ( Dan ada banyak riwayat lain yang mengkisahkan cerita ini dalam kitab al-hilyah).
Keenam:
Dalam kitab (( Jawaanib min siroh al-Imam Abdul Aziz bin Baz)) hal 79, disebutkan:
Pada suatu hari Syekh Abdullah bin Baz punya janji setelah solat subuh. Namun beliau tidak solat di masjid, maka setelah solat kami pergai ke rumahnya, kami menunggu beliau, kami mengkhawatirkanya, lalu beliau keluar menemui kami, beliau menanyakan waktu, kami memberitahunya bahwa solat berjamaah telah selesai.
Ketika itu beliau – semoga Allah memberinya rahmat – letih pada malam harinya, beliau tidur sangat terlambat, dan setelah solat tahajud beliau berbaring dan tertidur, sedang tidak ada satu orang pun yang membangunkanya, atau membunyikan untuknya alarm jam, dan setelah beliau tahu bahwa orang-orang telah solat maka beliau solat dan berkata kepada dua sahabatnya, yaitu; Syekh Abdurahman al-Atiq dan Hamad bin Muhamad an-Nasir: ini adalah kali pertama aku ketingalan solat subuh!
Aku berkata: Semoga Allah merahmati mereka, begitulah mereka bersungguh-sungguh dalam ibadah dan muhasabah diri di saat melakukan kesalahan terkecilpun, jiwa-jiwa mereka bersih, obsesi mereka tinggi, dan mereka dikenang selamanya oleh orang-orang yang datang setelahnya...
Aku tidak tahu apakah masih ada hari ini orang-orang yang ketika ketinggalan solat lalu merasakan seperti yang mereka rasakan?!, para pelajar dan orang-orang soleh yang ketinggalan solat subuh berkali-kali itu, padahal mereka tidak menghidupkan malamnya dengan tahajud, tidak juga sepersepuluh malamnya, atau bahkan sepersepuluh dari sepersepuluh malamnya! Kemudian mereka tidak merasa sakit, tidak pula sedih, seakan-akan tidak punya dosa?!.
Bahkan anda bisa melihat sebagian mereka telah memiliki tradisi yang berkelanjutan, datang sekali dan absen berkali-kali, dan kalaupun hadir pasti terlambat, sehingga menjadi bahan pertanyaan dan sumber keraguan bagi orang-orang awam!
Ini adalah sisi lain dari banyak dampak permasalahan, perhatikan tokoh ini dalam pandangan meraka, omonganya tidak lagi dipercaya, begitu juga ilmu dan nasehatnya. Pernah terjadi seseorang dari kalangan awam menyalahkan anak-anaknya yang ketinggalan solat subuh, lalu ia membentak salah satu dari mereka saat berusaha membangunkanya, anak itu berucap: Jangan ganggu aku, pergi dan beri nasehat syekh(imam) terlebih dahulu!
Dan memang imam mereka suka absen dari solat subuh berjamaah.
Sekarang mari kita masuk dalam pembahasan tentang sarana-sarana yang dapat membantu kita agar mudah untuk bangun menunaikan solat subuh:
1.Sarana yang paling utama adalah bertaqwa kepada Allah SWT, memperhatikan perintah solat berjamaah. Apabilah seorang muslim memiliki perhatian terhadap perintah Allah terkait solat berjamaah, maka ia akan menemukan – dengan izin-Nya – kemudahan untuk bangun menunaikan solat subuh. Ini adalah sesuatu yang telah terbukti, seseorang yang tersibukan perhatianya dengan sesuatu, ia sering kali tidak akan nyenyak dalam tidurnya, ini sesuatu yang wajar, bahkan hal tersebut terjadi juga pada anak kecil, ketika ia dijanjikan akan diajak pergi tamasya di pagi hari, ia pasti bangun sebelum yang lainya, meski tidak ada seorangpun yang membangunkanya.
2.Tidur di waktu awal (tidak larut malam), dan banyak orang yang mengetahui dengan detail batas waktu kapan ia harus tidur agar dapat bangun subuh, dan jika melampaui batas waktu tersebut ia pasti akan ketinggalan solat, maka dalam kondisi ini ia tidak boleh bergadang hingga melewati batas waktu yang dapat menyebabkanya jatuh ke dalam kelalaian dalam menunaikan kewajiban ini.
3.Menggunakan alat-alat peringatan seperti alarm jam, handphone,dll. Namun ada sebagian orang yang karena terlalu nyenyak tidur hingga tidak dapat mendengar bunyi alarm, dan ada juga sebagian orang yang setiap kali mendengar bunyinya mematikanya tanpa kesadaran.
Dan ada beberapa cara untuk mengeraskan suara alarm, diantaranya:
Meletakanya di panci, atau membalikan panci dan meletakan alarm di atasnya, maka suaranya akan lebih tinggi. Begitu pula handphone, letakan dengan bel getar, dan taruh di atas panci, dan jika kamu di kamar dan kamu pakai panci yang yang melengkung-lengkung (tidak rata sisi-sisinya), maka bunyi suaranya akan menjadi seperti gempa, dan dapat membangunkan tetangga!
Adapun terkait orang yang suka secara tidak sadar mematikan alarm, maka bisa di atasi dengan memperbanyak alarm dan membedakan waktu bunyi masing-masing alarm, misalnya dengan memberi jarak antara masing-masing dengan beberapa menit, atau dengan cara mempencar tempat masing-masing alarm.
4.Memanfaatkan teknologi pendingin pada musim panas. Sebagian AC dilengkapi dengan menu yang dapat mengatur waktu nyalah dan mati, dengan demikian dapat dilakukan setting mati satu jam atau beberapa jam sebelum waktu bangun yang diinginkan. Adapun AC yang tidak dilengkapi dengan teknologi ini, dapat ditambah dengan memasang alat kecil yang disebut dengan timer, caranya dipasang di dinding dapat dapat mengatur lama nyala AC selama dua belas jam, misalnya anda tidur jam satu malam, sedang anda ingin bangun jam tiga, maka letakan alat itu pada angka dua, sehingga Ac akan bekerja selama dua jam kemudian langsung mati setelah itu. Panas cukup dapat mengurangi tidur nyenyak meski mungkin masih belum dapat membangunkanmu sebelum bel alarm menyala.
5.Dan diantara sarana-sarana untuk membangunkan adalah banyak minum sebelum tidur, dan tidak pergi ke toilet, niscaya rasa ingin buang air akan dapat membangunkanmu tanpa harus menggunakan jam alarm, dengan mencoba anda akan tahu kemanjuran cara ini, dan bagaimana cara ini dapat membantumu bangun pada waktu yang tepat.
6.Terkadang manusia terpaksa harus bergadang karena suatu tuntutan, hingga ia merasa tidak akan dapat bangun pada waktu solat, maka solusinya adalah dengan merubah posisi tidur, atau merubah alas tidurnya, misalnya tidur di atas lantai tanpa alas, atau tanpa bantal di luar kamar tidurnya, dan begitu seterusnya selalu melakukan perubahan-perubahan yang dapat mengusir tidur yang nyenyak dan dapat meringankan proses bangun.
Inilah yang terlintas dalam benak sekarang, barangkali ada hal-hal yang terlintas dalam benak anda yang dapat menjadi point tambahan.
Wallahu a'lam semoga solawat dan salam senantiasa tercurah kepada Muhamad, keluarga dan sahabatnya.
Read More ..
Di hari-hari di musim panas ini banyak masjid mengalami kemunduran yang besar, terutama dalam jumlah jamaah solat subuhnya, disebabkan pendeknya waktu malam dan tenggelamya kebanyakan orang dalam prilaku bergadang yang berlebihan…
Bahkan banyak dari kalangan orang-orang baik terjerumus dalam fitnah ini, diantaranya sebagian imam-imam dan muadzin, kedudukan mereka bisa menimbulkan dampak yang lebih besar, karena mereka memikul tanggung jawab, kelalaian mereka dapat berimbas terhadap jamaah masjid
Keutamaan solat subuh berjamaah sangatlah besar, sedang melalaikanya adalah berbahaya, meski hanya dua hadits cukuplah menunjukan hal itu, dua hadits itu adalah:
عن عثمان رضي الله عنه عن الرسول الله صلى الله عليه وسلم قال: « من صلى العشاء في جماعة ، فكأنما قام نصف الليل ، ومن صلى الصبح في جماعة ، فكأنما صلى الليل كله » . رواه مسلم
“ Dari Utsman bin Affan r.a. dari Rasulullah saw ia bersabda: “ Barang siapa solat isya‘ berjamaah, maka seakan-akan ia solat separuh malam, dan barang siapa solat subuh berjamaah, maka seakan-akan ia solat malam seluruhnya”. (HR: Muslim).
Dan hadits Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw ia bersabda:
« إن أثقل صلاة على المنافقين صلاة العشاء ، وصلاة الفجر ، ولو يعلمون ما فيها لأتوهما ولو حبوا ، ولقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ، ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ، ثم انطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار » . متفق عليه .
“ Sesungguhnya solat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah solat isya’ dan solat subuh, kalau sekiranya mereka mengetahui apa yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangai keduanya meski dengan terjatuh, dan sunggguh aku telah berhasryat untuk memerintahkan seseorang agar mendirikan solat, kemudian akau meminta seseorang agar menjadi imam, lalu aku pergi bersama orang-orang membawa kayu bakar kepada kaum yang tidak hadir solat, lalu aku bakar mereka dengan rumah-rumah mereka dengan api.” (HR: Bukhari Muslim).
Dan saya akan menyertakan bersama sarana-sarana tersebut beberapa kisah dan peristiwa yang terjadi pada sebagian salaf agar kita dapat melihat sejauh mana perhatian mereka terhadap hal itu:
Pertama:
Dalam kitab musnad Abdurrozak 1/526:
Dari Ma’mar dari az-Zuhri dari Sulaiman bin Abi Hatsamah dari as-Syifa’ binti Abdullah ia berkata:(( Umar masuk ke rumahku, ia mendapatkan dua orang laki-laki sedang tidur di sisiku, ia berkata: apa yang terjadi pada kedua orang ini, mereka tidak ikut solat bersamakau?, aku menjawab: wahai Amirul mukminin mereka berdua telah solat bersama orang-orang – saat itu dalam bulan ramdhan – mereka berdua solat terus menerus hingga subuh, lalu mereka solat subuhkemudian tidur, Umar berkata: sungguh solat subuh berjamaah bagiku lebih aku cintai dari pada aku solat semalam hingga subuh)).
Kedua:
Dalam kitab musonnaf Abdurrozak 1/527:
Dari Abdurrozak bin Abi Ruwad dari Nafi’ dari Ibnu Umar ia berkata: (( Dahulu jika ia mendapatkan isya‘ bersama orang-orang maka ia solat beberapaa rakaat kemudian tidur, dan apabila tidak mendapatkanya dengan jamaah maka ia menghidupkan malamnya, ia berkata: sebagian keluarga Ma’mar memberitahuku bahwa ia melakukan itu, lalu aku sampaikan hal itu kepada Ma’mar maka ia berkata: dahulu Ayub melakukan hal itu)).
Ketiga:
Abu Nuaim berkata dalam kitab hilyatul auliya’ 12/9:
Ahmad bin Is’hak bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Muhammad bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Umar bercerita kepada kami, Yahya bin Abdurrahman bin Mahdi bercerita kepadaku: bahwa bapaknya qiyamullail – yakni menghidupkan seluruh malamnya dengan solat - , dan tatkalah terbit fajar ia melempar dirinya ke ranjang – yakni tidur – dan melalaikan solat subuh hingga terbit matahari, maka ia mengatakan: ini adalah kesalahan ranjang ini terhadapku, maka ia memberi sangsi terhadap dirinya dengan tidak akan memakai alas apapun dalam tidurnya, dan ia juga mendera dirinya selama dua bulan hingga kedua pahanya terluka seluruhnya.
Keempat:
Khatib al-Baghdadi berkata dalam kitab tarikh Baghdad 10/320:
Muhammad bin Ahmad bin Rozak memberitahu kami, ia berkata: aku mendengar Abulqosim Ali bin al-Hasan bin Zakariah al-Qothi,i as-Sya’ir berkata: aku mendengar Abulqasim Abdullah bin Muhamad bin Abdullah al-Aziz al-Baghowi berkata: aku mendengar Ubaidillah bin Umar al-Qowariri berkata: Hampir aku tidak pernah melalaikan solat isya' dengan berjamaah, lalu datang seorang tamu aku disibukan denganya, setelah itu aku keluar untuk mencari solat jamaah di kabilah-kabilah Bashrah, namun semua orang ternyata telah selesai solat, aku berkata dalam hatiku: diriwayatkan dari Rasulullah saw baahwa beliau bersabda:
صلاة الجميع تفضل على صلاة الفذ إحدى وعشرين درجة
“ Solat berjamaah lebih utama atas solat sendirian dengan dua puluh satu derajat” dan diriwayatkan “ dua puluh lima derajat” dan diriwayatkan “ dua puluh tujuh derajat” lalu aku pulang ke rumahku dan aku solat isya' di waktu yang terakhir dua puluh tujuh kali, kemudian aku tidur, aku bermimpi sedang mengendarai kuda bersama kaum, aku naik kuda seperti kuda-kuda mereka, kami saling berkejaran dan kuda-kuda mereka mendahului kudaku, aku pukul kudaku agar menyusul mereka, aku menoleh ke salah seorang dari mereka yang paling belakang, ia mengatakan; jangan kau paksa kudamu, kamu tidak berhak atas apa yang kami miliki, aku berkata: kenapa begitu? Ia berkata: karena kami solat isya' berjamaah.
Kelima:
Abu Nu’aim berkata dalam kitab al-hilyah 6/183:
Ibrahim bin Abdul Malik bercerita kepada kami, Muhammad bin Ishak bercerita kepada kami, Qutaibah bin Sa’ad bercerita kepada kami, Marwan bin Salim alQory bercerita kepada kami, Mas’adah bin al-Yasa‘ al-Bahili bercerita kepada kami dari Sulaiman bin Abi Muhamad, Ghalib al-Qathon bercerita kepada kami bahwa orang-orang datang kepada beliau saat pembagian warisan untuk mereka, ia membagi warisan itu kepada mereka semua, hingga waktu sore, maka ia kembali ke tempat tidurnya dalam keadaan letih, lalu ia bersandar ke satu masjid miliknya, lalu tertidur, datang seorang mu’adzin bertatswib, maka berkatalah wanita kepadanya: Bukankah kamu melihat mu’adzin- semoga Allah merahmatimu – ia bertatswib di atas kepalamu?, ia mengatakan: Dasar kamu biarkan aku, kamu itu tidak tahu apa yang telah terjadi padaku hari ini, lalu ia (mu’adzin) bertatswib terus menerus dan setiap kali itu pula wanita tersebut membangunkanya dan ia selalu mengatakan biarkan aku, hingga sampai pertengahan malam ia bangun dan solat dalam keadaan tidak ingat dan tidak tahu beberapa kali imam solat, lalu ia mengulang solat al- maktubah (wajib itu) sebanyak dua puluh empat kali, kemudian ia tidur, ia bermimpi pergi dari rumahnya ke suatu kedai,di perjalanan ia menemukan uang empat dinar, ketika itu ia membawa kantong yang memiliki tiga pintu, maka ia memasukan uang dinar tersebut ke dalam salah satu pintu kantong, ia bercerita: Aku diam sejenak, tiba-tiba ada orang yang mencari dinar-dinar itu dengan menyebut terus-menerus empat dinarnya yang hilang, maka aku sembunyi darinya, kemudian setelah itu aku memanggilnya, aku berkata kepadanya: wahai pemilik dinar, ini adalah dinarmu, aku berpaling untuk membuka kantong dan memberikan dinar-dinar itu kepadanya, namun ternyata kantongnya sobek dan dinar-dinar itu lenyap!, aku berucap: wahai pemilik dinar sungguh dinar-dinarmu hilang, ambilah gantinya, maka ia memegang sisi bajuku dan mengatakan: Aku tidak mau terima kecuali dinar-dinarku yang sama seperti aslinya, lalu aku terbangun saat ia masih memegang sisi bajuku, lalu aku pergi kepada Ibnu Sirin, aku ceritakan kejadian itu kepadanya, ia berkata: Adapun tertakait kamu tertidur dari solat isya‘, maka beristighfarlah dan jangan kamu ulangi lagi.
Sulaiman berkata: Dan Golib al-Qottoni bercerita kepadaku: Kemudian aku diuji dengan kejadian serupa, aku bersandar pada masjid tersebut, lalu mua’dzin mengumandangkan azan dan bertatswib, setiap kali itu pula wanita tersebut membangunkanku - semoga Allah merahmatimu- dan aku tidur hingga waktu yang sama dengan waktu aku tidur pada kali yang pertama, lalu aku bangun dan solat sebagaimana aku solat pada kali yang pertama, kemudian aku tidur lagi, aku melihat dalam mimipi bahwa aku dan sahabat-sahabatku menunggang keledai kelabu yang cepat, sedang orang-orang di depan kami mengendarai unta, mereka tidur di atas permadani yang dihamparkan di atasnya, mereka berjalan pelan, sedang aku dan sahabat-sahabatku berusaha keras untuk menyusul mereka hingga kami kepayahan, maka kami memanggil: Wahai para pengendara ada apa ini, kami mengendarai keledai keledai yang cepat, sedang kalian mengendarai unta dengan pelan, kami berusaha untuk menyelip kalian namun tidak bisa?. Para pengendara itu menjawab: Sesungguhnya kami adalah kaum yang ikut solat jamaah isya‘ yang akhir, sedang kalian solat sendirian, maka kalian tidak akan dapat menyusul kami. Ia berkata: lalu aku bergegas pergi kepada Muhamad bin Sirin, aku bercerita kepadanya ( tentang hal itu), maka beliau menjawab: ia (penjelasanku) sebagaimana yang kamu mimpikan...
Abdullah bin Muhamad bin Ja’far bercerita kepada kami, Abdullah bin Muhamad bin Imron bercerita kepada kami, pamanku Ayub bin Imron bercerita kepadaku, ia berkata: Aku dapat cerita dari Ghalib al-Qattani, ia berkata: Aku tertinggal solat isya‘ berjamaah, maka aku solat dua puluh lima kali untuk menggapai keutamaan, kemudian aku tidur, aku melihat dalam mimpi bahwa aku mengendarai kuda yang berlari kencang, sedang mereka di atas kendaraan dan kami tidak dapat mengejar mereka, maka dikatakan: itu karena mereka solat berjamaah sedang anda solat sendirian. ( Dan ada banyak riwayat lain yang mengkisahkan cerita ini dalam kitab al-hilyah).
Keenam:
Dalam kitab (( Jawaanib min siroh al-Imam Abdul Aziz bin Baz)) hal 79, disebutkan:
Pada suatu hari Syekh Abdullah bin Baz punya janji setelah solat subuh. Namun beliau tidak solat di masjid, maka setelah solat kami pergai ke rumahnya, kami menunggu beliau, kami mengkhawatirkanya, lalu beliau keluar menemui kami, beliau menanyakan waktu, kami memberitahunya bahwa solat berjamaah telah selesai.
Ketika itu beliau – semoga Allah memberinya rahmat – letih pada malam harinya, beliau tidur sangat terlambat, dan setelah solat tahajud beliau berbaring dan tertidur, sedang tidak ada satu orang pun yang membangunkanya, atau membunyikan untuknya alarm jam, dan setelah beliau tahu bahwa orang-orang telah solat maka beliau solat dan berkata kepada dua sahabatnya, yaitu; Syekh Abdurahman al-Atiq dan Hamad bin Muhamad an-Nasir: ini adalah kali pertama aku ketingalan solat subuh!
Aku berkata: Semoga Allah merahmati mereka, begitulah mereka bersungguh-sungguh dalam ibadah dan muhasabah diri di saat melakukan kesalahan terkecilpun, jiwa-jiwa mereka bersih, obsesi mereka tinggi, dan mereka dikenang selamanya oleh orang-orang yang datang setelahnya...
Aku tidak tahu apakah masih ada hari ini orang-orang yang ketika ketinggalan solat lalu merasakan seperti yang mereka rasakan?!, para pelajar dan orang-orang soleh yang ketinggalan solat subuh berkali-kali itu, padahal mereka tidak menghidupkan malamnya dengan tahajud, tidak juga sepersepuluh malamnya, atau bahkan sepersepuluh dari sepersepuluh malamnya! Kemudian mereka tidak merasa sakit, tidak pula sedih, seakan-akan tidak punya dosa?!.
Bahkan anda bisa melihat sebagian mereka telah memiliki tradisi yang berkelanjutan, datang sekali dan absen berkali-kali, dan kalaupun hadir pasti terlambat, sehingga menjadi bahan pertanyaan dan sumber keraguan bagi orang-orang awam!
Ini adalah sisi lain dari banyak dampak permasalahan, perhatikan tokoh ini dalam pandangan meraka, omonganya tidak lagi dipercaya, begitu juga ilmu dan nasehatnya. Pernah terjadi seseorang dari kalangan awam menyalahkan anak-anaknya yang ketinggalan solat subuh, lalu ia membentak salah satu dari mereka saat berusaha membangunkanya, anak itu berucap: Jangan ganggu aku, pergi dan beri nasehat syekh(imam) terlebih dahulu!
Dan memang imam mereka suka absen dari solat subuh berjamaah.
Sekarang mari kita masuk dalam pembahasan tentang sarana-sarana yang dapat membantu kita agar mudah untuk bangun menunaikan solat subuh:
1.Sarana yang paling utama adalah bertaqwa kepada Allah SWT, memperhatikan perintah solat berjamaah. Apabilah seorang muslim memiliki perhatian terhadap perintah Allah terkait solat berjamaah, maka ia akan menemukan – dengan izin-Nya – kemudahan untuk bangun menunaikan solat subuh. Ini adalah sesuatu yang telah terbukti, seseorang yang tersibukan perhatianya dengan sesuatu, ia sering kali tidak akan nyenyak dalam tidurnya, ini sesuatu yang wajar, bahkan hal tersebut terjadi juga pada anak kecil, ketika ia dijanjikan akan diajak pergi tamasya di pagi hari, ia pasti bangun sebelum yang lainya, meski tidak ada seorangpun yang membangunkanya.
2.Tidur di waktu awal (tidak larut malam), dan banyak orang yang mengetahui dengan detail batas waktu kapan ia harus tidur agar dapat bangun subuh, dan jika melampaui batas waktu tersebut ia pasti akan ketinggalan solat, maka dalam kondisi ini ia tidak boleh bergadang hingga melewati batas waktu yang dapat menyebabkanya jatuh ke dalam kelalaian dalam menunaikan kewajiban ini.
3.Menggunakan alat-alat peringatan seperti alarm jam, handphone,dll. Namun ada sebagian orang yang karena terlalu nyenyak tidur hingga tidak dapat mendengar bunyi alarm, dan ada juga sebagian orang yang setiap kali mendengar bunyinya mematikanya tanpa kesadaran.
Dan ada beberapa cara untuk mengeraskan suara alarm, diantaranya:
Meletakanya di panci, atau membalikan panci dan meletakan alarm di atasnya, maka suaranya akan lebih tinggi. Begitu pula handphone, letakan dengan bel getar, dan taruh di atas panci, dan jika kamu di kamar dan kamu pakai panci yang yang melengkung-lengkung (tidak rata sisi-sisinya), maka bunyi suaranya akan menjadi seperti gempa, dan dapat membangunkan tetangga!
Adapun terkait orang yang suka secara tidak sadar mematikan alarm, maka bisa di atasi dengan memperbanyak alarm dan membedakan waktu bunyi masing-masing alarm, misalnya dengan memberi jarak antara masing-masing dengan beberapa menit, atau dengan cara mempencar tempat masing-masing alarm.
4.Memanfaatkan teknologi pendingin pada musim panas. Sebagian AC dilengkapi dengan menu yang dapat mengatur waktu nyalah dan mati, dengan demikian dapat dilakukan setting mati satu jam atau beberapa jam sebelum waktu bangun yang diinginkan. Adapun AC yang tidak dilengkapi dengan teknologi ini, dapat ditambah dengan memasang alat kecil yang disebut dengan timer, caranya dipasang di dinding dapat dapat mengatur lama nyala AC selama dua belas jam, misalnya anda tidur jam satu malam, sedang anda ingin bangun jam tiga, maka letakan alat itu pada angka dua, sehingga Ac akan bekerja selama dua jam kemudian langsung mati setelah itu. Panas cukup dapat mengurangi tidur nyenyak meski mungkin masih belum dapat membangunkanmu sebelum bel alarm menyala.
5.Dan diantara sarana-sarana untuk membangunkan adalah banyak minum sebelum tidur, dan tidak pergi ke toilet, niscaya rasa ingin buang air akan dapat membangunkanmu tanpa harus menggunakan jam alarm, dengan mencoba anda akan tahu kemanjuran cara ini, dan bagaimana cara ini dapat membantumu bangun pada waktu yang tepat.
6.Terkadang manusia terpaksa harus bergadang karena suatu tuntutan, hingga ia merasa tidak akan dapat bangun pada waktu solat, maka solusinya adalah dengan merubah posisi tidur, atau merubah alas tidurnya, misalnya tidur di atas lantai tanpa alas, atau tanpa bantal di luar kamar tidurnya, dan begitu seterusnya selalu melakukan perubahan-perubahan yang dapat mengusir tidur yang nyenyak dan dapat meringankan proses bangun.
Inilah yang terlintas dalam benak sekarang, barangkali ada hal-hal yang terlintas dalam benak anda yang dapat menjadi point tambahan.
Wallahu a'lam semoga solawat dan salam senantiasa tercurah kepada Muhamad, keluarga dan sahabatnya.
Read More ..
Langganan:
Postingan (Atom)